April 19, 2013

Antara Penipu dan Pengemis

Dalam post kali ini saya hanya akan menceritakan sebuah cerita yang bekaitan tentang pengemis yang sekaligus bisa dikatakan penipu, bukan membahas tentang pengemis dan penipu.

Seorang pemuda dengan perawakan tegap tapi agak kurus yang kita sebut saja namanya wawan (yang namanya sama mohon maaf ea... ni cuma contoh kok ) tiap harinya dia hanya mengandalkan kemampuan aktingnya yang sebenarnya salah dalam menempatkan kemampuannya tersebut, tiap hari pemuda dengan kulit gelap karena terbakar matahari tersebut berpakaian kumal dan membungkus kaki kirinya dengan perban yang telah di olesi dengan obat merah dan sedikit tape, hal itu dilakukan agar ia terkesan sebagi orang cacat yang sangat membutuhkan pertolongan.

setiap harinya ia berada di pinggir jalan yang berbeda, ia duduk dan membungkukkan badannya, menggeser sedikit mulut bagian bawahnya dan berkata " lappaarrr.... " dengan nada selayaknya orang yang terkena strouk alias tidak jelas. Ya, ia adalah seorang pengemis.. tapi dia juga seorang penipu..

Suatu ketika salah seorang temannya bertanya pada wawan yang tengah menghitung uang yang lumayan banyak hasil dari belaskasihan orang sekaligus korban tipu dayanya, " Wahhh.. Banyak betul pendapatan kamu wann.. aku g pernah bisa tuw dapat segitu banyaknya.." celetuk temannya yang juga berprofesi sebagai seorang pengemis, " makanya kalo kerja pake otak, akting donk, biar orang pada kasihan kalo liat kita, jadi ngasihnya banyak." jawab Wawan dengan nada sinis.
Entah apa yang ada di pikiran mereka, usia yang masih muda, tenaga yang masih prima, mereka biarkan sia-sia dan lebih memilih mencari rizki di jalan yang salah, mengandalkan tipu daya dan belas kasihan orang semata.

suatu ketika Wawan berada di pinggir jalan yang sepi, ia menunggu datangnya orang yang akan memberinya uang setelah melihat dia, dia menundukkan wajahnya, dia mendengar ada langkah kaki yang mendekat, segera ia berteriak "lapaarrrr..., laparr.." berulang kali dengan suara yang tidak begitu jelas, alangkah bahadianya ia ketika mendpati ternyata orang tersebut memasukkan uang dua puluh ribuan ke dalam kaleng bekas yang ia sodorkan ke depan wajahnya, ia berucap "terima kasih tuan.. terima kasih tuan.." setelah melirik sepatu lelaki yang dikenakan dermawan tersebut, namun rasa bahagianya mendadak pergi terganti pukulan dahsyat dihatinya ketika mendapati hanya ada satu kaki dan sebuah tongkat yang menopang lelaki tersebut, dia melirik keatas dan ia dapati dermawan tersebut adalah seorang bapak tua dengan pakaian seadanya dan membawa kotak bertuliskan "Jahit Sepatu". lelaki tua itupun berucap lirih "semoga uang ini bisa buat beli makanan untuk kamu nak..".

mendengar ucapan dari bapak tersebut pemuda itu gemetar, tergetar hatinya, mengalir deras air matanya, ia tak sanggup berucap sepatah katapun seiring orang tua pincang yang dermawan tersebut semakin berlalu, hampir setengah jam ia meratapi apa yang telah ia lakukan, selama ini ia telah berbohong, ia sebenarnya sehat, tak kurang suatu apapun, namun ia berpura-pura sebagai orang yang pincang dan lebih memilih meminta-minta pada orang lain karena dianggap mudah dan tanpa harus bekerja keras, sedangkan bapak tua yang pincang itu tetap berusaha keras mengais rizki yang halal sebagai seorang penjahit sepatu keliling seiring langkahnya yang tak sempurna.
sejenak kemudian ia mulai bangkit, dirobeknya perban yang ada di kakinya sambil terus mengucurkan air mata, ia genggam erat uang dua puluh ribuan dari bapak dermawan itu dan berjanji pada dirinya untuk tak lagi mengulangi segala perbuatan yang selama ini dia lakukan, dia malu dengan dirinya, ia malu pada bapak tua itu, ia malu dihadapan dunia, di panggilnya seorang gadis kecil yang tengah mengamen di dekat posisinya berdiri dan ia berikan seluruh uang hasil memngemisnya hari itu seraya berkata pada gadis itu " cepat pulang, kamu tak pantas melakukan ini semua..."

semoga kisah ini menjadikan teladan buat kita agar senantiasa bekerja dalam naungan kejujuran...
Wassalam...

ALAMAT

HUBUNGI KAMI

Untuk mengenal Desa Kami tercinta lebih dekat, anda dapat langsung mengunjungi atau menghubungi kami pada alamt berikut

alamat:

Desa Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, 57464

Jam Kantor:

Senin - Jumat Pukul 08:00 s/d 16:00

Call:

082221111121